Senin, 27 April 2015

Sayur Mayur yang Cocok untuk Penderita Diabetes


Sayur mayur yang dikategorikan baik bagi penderita diabetes adalah kelompok sayur–sayuran rendah gula yang memiliki cita rasa menyengat lidah dengan sempurna. Di antaranya adalah cita rasa PAHIT. Sayur mayur yang pahit memiliki kandungan fosfor, kalium, antioksidan, mineral, dan rendah lemak serta protein. Itu baik untuk kesehatan ginjal.

Ginjal yang sakit tidak mampu menyaring darah dengan sempurna. Itulah alasan mengapa cuci darah dianjurkan bagi seseorang yang mengalami gangguan ginjal. Ginjal yang seharusnya menyring darah kotor, dan setelah darah dibersihkan oleh ginjal, maka darah akan dialirkan menuju bagian–bagian tubuh lainnya, agar semua ikut merasakan darah segar. Namun, bagi penderita diabetes, kegiatan tersebut sulit dilakukan karena program kerja ginjal yang terganggu aktivitasnya.

Berikut ini adalah di antara sayur mayur yang cocok untuk penderita diabetes:

PARE-PAREAN. Pare–parean rasanya pahit tapi ada hikmah di balik rasa pahit itu bagi seseorang yang menderita diabetes. Rasa pahit yang dirasakan saat mengonsumsi pare tidak akan pahit jika kita yang makan memikirkan khasiat yang diperoleh dari sebuah pare. Kandungan zat herbal dalam pare cocok bagi anda penderita diabetes.

BAYAM. Bayam mengandung zat besi yang banyak. Seikat bayam mengandung kurang lebih 0,25 zat besi. Zat besi ini sangat baik untuk proses metabolisme organ–organ inti dari tubuh kita.

WORTEL. Wortel mengandung zat yang baik seperti betakaroten yang baik untuk kesehatan. Tapi, bagi penderita diabetes, alangkah lebih baik jika mengonsumsi wortel mentah daripada wortel yang telah dimasak.

KELOMPOK TERONG. Terong dapat disajikan sebagai menu sayur-mayur utama ataupun sekedar menjadi pelengkap lauk-pauk kita. Tapi yang jelas dari terong tidak mengandung kalori tinggi sehingga baik untuk dikonsumsi penderita diabetes.

CABAI. Cabai tidak memiliki kalori dan glukosa tinggi sehingga aman dikonsumsi. Malah sayur cabai dapat menjaga kadar gula agar senantiasa stabil.

Lima sayuran di atas adalah di antara sayur-mayur yang cocok untuk penderita diabetes sehingga aman untuk dikonsumsi, dan semoga saja tips-tips yang sudah tersaji di atas bisa bermanfaat. *** (Sumber: Kompilasi dari beberapa sumber, 2015).

Sabtu, 25 April 2015

WORTEL dan DIABETES




Wortel merupakan tanaman jenis umbi-umbian yang cukup banyak dibudidayakan di Indonesia. Maka, tak sulit untuk menemukan tanaman ini. Dan, wortel memiliki banyak manfaat dan kandungan nutrisi yang dibutuhkan untuk tubuh kita.

Wortel merupakan salah satu sumber beta-karoten yang merupakan bahan utama pembentuk vitamin A di dalam tubuh. Kandungannya mencapai 7.000 mikrogram. Kadar energi wortel relatif rendah sehingga baik bagi orang yang berdiet rendah kalori. Kandungan kimia umbi akar wortel ini berupa alkaloid daukina, dausina, dakosterina, minyak atsiri, limonena, pirolidina. Sedangkan pada bijinya mengandung asam tiglat, azaron, dan bisabol.

Kandungan nutrisi dalam wortel menjadikan tanaman ini memiliki banyak manfaat untuk menjaga kesehatan tubuh dan mengurangi beberapa risiko penyakit berbahaya. Salah satunya adalah diabetes. Khasiat wortel sangat baik untuk mengatur kadar gula darah, ini karena  wortel mengandung karotenoid. Kandungan ini sangat baik untuk mengatur hormon insulin dan mengontrol gula darah agar lebih rendah sehingga terjauh dari  penyakit diabetes.

Namun, bagi penderita diabetes (kencing manis) sangat baik jika mengonsumsi wortel mentah karena mempunyai indek glikemik (IG) hanya 16. Jika dimasak atau direbus ternyata IG wortel menjadi naik yang dapat mencapai sampai 92. Sebab itu, bagi penderita diabetes dianjurkan untuk mengonsumsi wortel mentah.

Mengkonsumsi wortel dalam jumlah yang cukup tidak memberikan efek berbahayan bagi penderita diabetes. Hal ini karena serat yang dimiliki wortel akan mengimbangi gula yang banyak dalam tubuh, sehingga memperlancar pencernaan serta tidak akan menjadi penimbun gula dalam darah. Jadi, tidak usah ragu untuk mengonsumsinya sebagai “obat alami” pencegah dan penyembuh diabetes. ***
(disarikan dari beberapa sumber).

Kamis, 23 April 2015

MADU Sebagai Obat Penyakit Diabetes


Meskipun mengandung banyak zat gula, madu berkhasiat mengobati gejala penyakit gula dan komplikasinya.

Sesungguhnya, mengonsumsi zat-zat kimia selain gula berguna untuk membersihkan makanan dan minuman bagi para penderita diabetes. Misalnya zat sokrol yang rasanya enak. Tapi, zat itu memiliki efek samping bagi tubuh. Karena itu, banyak  ilmuwan berusaha meneliti zat lain selain sokrol dan gula putih (gula tebu).

Banyak ilmuwan menyebutkan bahwa para pasien diabetes jika mengonsumsi madu akan mengalami perubahan di dalam hati menjadi gula hewan/gula otot (glikogen). Setelah itu, biasanya tubuh akan mendapatkan manfaat secara alami.

Pada tahun 1953, para ilmuwan Jerman: Karneim dan kawan-kawannya menyatakan bahwa 50% gula buah (sukrosa) di dalam tubuh akan berubah menjadi zat glikogen yang bermanfaat bagi penderita diabetes. Kenyataan ini sampai kepada para ilmuwan Eropa, seperti Hatsnison, Amoes, dan Toebys. Mereka menyebutkan bahwa madu merupakan bahan pembersih makanan dan minuman terbaik. Pemberian madu kepada penderita diabetes sebanyak 20 gram saat berbuka puasa, 20 gram setelah waktu zhuhur, tanpa perubahan apa pun pada pengobatan harian mereka, tidak akan meningkatkan kadar gula darah. Madu yang digunakan harus madu alami, bukan madu buatan yang banyak dicampur dengan gula.

Dua tokoh ilmuwan, Strews dan Ruzenfeld, menyatakan bahwa gula yang berbeda akan menghasilkan hasil yang beragam. Mengonsumsi gula buah yang sesuai dengan tubuh penderita, lebih baik dibandingkan gula putih (gula tebu).

Pada tahun 1971, di Negara Bagian Kakuta, wilayah Wisconsin, AS, tersebar kisah insinyur AS penderita diabetes. Setiap pengobatannya selalu mengalami kegagalan karena komplikasi penyakit. Para tetangga menasihatinya untuk mengonsumsi madu sebagai zat pembersih makanan dan minumannya. Dia disarankan untuk menghindari gula putih. Untuk itu, dia coba mengonsumsi madu sebagai bagian dari makanan dan minumannya. Setelah mengonsumsi madu, kadar gula di dalam darahnya menurun drastis dan keadaannya juga semakin membaik.

Ketika hal itu dipublikasikan, dua orang berkebangsaan AS (suami-istri) yang menderita diabetes beralih mengonsumsi banyak madu dan buah. Pada akhirnya, sepasang suami-istri tersebut sembuh dari penyakit diabetes. Dengan demikian, jelaslah bahwa mengonsumsi madu dan banyak buah sangat bermanfaat bagi penderita diabetes.

Ilmuwan muslim Dr. Musthafa Siba’i menceritakan pengalaman pribadinya ketika sembuh dari penyakit diabetes dengan menggunakan madu. Tidak hanya itu, dia menjaga makanan dengan memakan buah segar.

Nyatalah sudah kebenaran hadits Rasulullah SAW yang mulia, yang menyatakan: “Hendaklah kalian menggunakan dua penyembuh ini, yaitu AI Qur’an dan madu.”

Dan, firman Allah SWT: “… di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia….” (QS. An-Nahl [16]:69).

Beliau mengatakan bahwa setelah lima bulan sejak mulai menggunakan aturan ini dalam pengobatan, kadar gula pada saluran kantong kemih menghilang dengan sempurna. Kadar gula darahnya berkurang drastis hingga mendekati batas alami.

Tokoh pertama yang menyatakan manfaat madu adalah Defedoerf dari Rusia pada tahun1915. Dia menyebutkan bahwa gula madu lebih utama dibandingkan dengan gula lainnya sebagai makanan para penderita diabetes. Gula madu mencegah zat asam pada darah. Para ilmuwan Rusia menemukan zat pada madu yang melakukan aktivitas insulin dan bekerja menyembuhkan kadar gula.

Seorang ilmuwan Universitas Otawa, Kanada, mengatakan bahwa di dalam madu, tersusun zat yang memotivasi aktivitas sel penghasil insulin. Insulin sendiri, secara alami dihasilkan di pankreas. *** (disarikan dari beberapa sumber).

Sabtu, 18 April 2015

11 Makanan Yang Membuat Kita Lebih Cepat Tua




Proses penuaan dini dipengaruhi oleh banyak factor. Salah satunya adalah makanan yang dikonsumsi selama bertahun-tahun tanpa kita sadari efeknya pada tubuh kita. Ketika makanan sehat diabaikan, maka beberapa perubahan dalam tubuh kita yang membuat kita menjadi lebih tua cepat terlihat. Salah satunya adalah kulit dan gigi yang cepat rusak dan terlihat kusam. Berikut beberapa makanan yang bisa membuat kita terlihat cepat tua:

GULA PASIR
Gula mungkin enak di lidah, tapi itu membuat usia kita lebih cepat. Batasi konsumsi dan coba untuk berhenti mengemil permen.

ALKOHOL
Adalah fakta bahwa alkohol berbahaya bagi kesehatan. Di antaranya, mempercepat proses penuaan tubuh kita. Jika kita ingin tetap fit, sehat dan muda, kita harus menjauhi alkohol.

GARAM
Makanan asin dapat membantu kita memanjakan lidah, tapi garam adalah salah satu makanan yang paling berbahaya yang mempercepat proses penuaan. Pastikan bahwa kita meminimalkan penggunaan garam dalam makanan kita.

PEMANIS BUATAN
Senyawa buatan berbahaya. Namun, sebuah penelitian baru mengatakan bahwa ia juga menjadi penyebab dalam mempercepat proses penuaan. Jauhi semua makanan yang mengandung pemanis buatan.

SODA
Jika kita mulai mendapatkan kecanduan soda, usia kita mungkin akan terlihat jauh lebih tua dari usia yang sebenarnya.

MAKANAN CEPAT SAJI (FAST FOOD)
Makanan cepat saji tidak menyehatkan tubuh. Jika memakan terlalu sering dan berlebihan, itu sangat tidak baik untuk kesehatan tubuh kita.

DAGING MERAH
Daging adalah salah satu makanan favorit bagi kebanyakan orang. Tapi, makan makanan vegetarian itu jauh lebih baik jika
kita ingin terlihat lebih muda.

KAFEIN
Jika
kita pecandu kopi, maka proses penuaan kita tidak disadari akan dipercepat.

MAKANAN OLAHAN
Setiap makanan olahan yang kita konsumsi akan mempengaruhi tubuh
kita, selain menyebabkan obesitas juga banyak masalah lainnya.

MINYAK NABATI
Masalah utama minyak nabati adalah bahwa ia cepat membangun lemak dalam tubuh. Jika gaya hidup
kita tidak memiliki aktivitas apapun, kita akan memiliki dua masalah. Salah satunya adalah obesitas dan lainnya adalah tanda-tanda penuaan dalam tubuh.

MAKANAN TERLALU PEDAS
Makanan terlalu pedas menyebabkan banyak reaksi dalam tubuh. Jangan dijadikan menu harian jika
kita ingin terlihat lebih baik. ***

Awas, Dampak Kolesterol Tinggi Tak Diketahui




Dampak negatif kolesterol jahat terhadap kesehatan seperti stroke dan serangan jantung, ternyata tidak diketahui sebelumnya. Kolesterol berbahaya itu langsung ‘menyerang’ organ vital manusia. Karena itu, seseorang yang memiliki kolesterol jahat atau low density lipoprotein (LDL) tinggi perlu mengetahui cara menyembuhkannya, dan meningkatkan kadar kolesterol baik atau high density lipoprotein (HDL).

Dokter Rizaldy T. Pinzon, pakar penyakit dalam, menuturkan seputar fenomena orang dengan kolesterol tinggi. Bahkan, satu di antara enam orang di dunia terkena stroke dan setiap enam detik ada kasus stroke yang terjadi. Sebagian besar, 80% disebabkan oleh trombotik dan sumbatan akibat kolesterol. “Laki-laki dan perempuan semua berpotensi. Tetapi, perempuan menopause jauh lebih rentan memiliki kolesterol LDL yang tinggi,” jelasnya dalam suatu seminar tentang “Kolesterol dan Resiko Penyakit Stroke dan Jantung”, beberapa waktu yang lalu.

Ada banyak faktor yang memengaruhi LDL tinggi. Di antaranya, merokok, diabetes, hipertensi, kegemukan sentral dan faktor genetic, bisa menimbulkan LDL tinggi. “Boleh gemuk, tetapi harus merata. Jangan buncit. LDL yang ditoleransi kurang dari 100 mg/dl atau paling tidak toleransinya 130 mg/dl. Kalau di atas itu, hati-hati,” dia mengingatkan.

Bila seseorang memiliki LDL tinggi dan HDL rendah, hal itu berisiko mengalami stroke atau serangan jantung. Serangan, lanjut dia, bisa langsung menyerang penyumbatan saluran darah pada otak yang menimbulkan stroke, atau pembuluh darah di jantung (serangan jantung), menyumbat pembuluh ginjal (gagal ginjal) atau menyerang pembuluh darah di mata yang berakibat pada kebutaan. “Ironisnya, 90% mereka yang terkena stroke, serangan jantung, gagal ginjal atau buta, tidak mengetahui gejalanya disebabkan oleh kolesterol (LDL) yang tinggi. Makanya, kolesterol jahat ini menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia,” ujar Pinzon.

Ada sejumlah faktor penyebab orang dengan LDL yang tinggi. Di mana 85% mereka makan sayur dan buah yang sedikit, 62% mengalami obesitas tidak total, 1-5% jarang bergerak, 30% akibat stress, dan 80% mereka saat diperiksa dokter mengaku baik-baik saja. Untuk menghindari hal itu, seseorang harus memiliki HDL yang lebih baik daripada LDL. “Lakukan diet sehat, olah raga teratur dan lakukan pola hidup yang konsisten. Hindari makan fast food, junk food, dan makan-makanan berlemak. Kalau LDL sudah menyumbat pembuluh darah maka risikonya adalah terkena stroke atau serangan jantung,” katanya.

Menurut Direktur RS Bethesda, dokter Poerwadi, Trigliserida merupakan jenis lemak yang lain yang juga melewati saluran darah. Kebanyakan jaringan lemak tubuh yang berasal dari lemak dalam makanan. “Tingginya kadar Trigliserida dalam tubuh merupakan faktor risiko tambahan terhadap serangan jantung. Tingginya HDL dalam darah dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung,” jelasnya.

Secara umum, baik Pinzon maupun Poerwadi menganjurkan agar secara berkala kita melakukan medical chek up secara berkala. Pasalnya, untuk memonitor perkembangan LDL general chek up perlu dilakukan. *** (sumber: disadur dari Solopos.com).